Wajah Bogor - Wanita muda bernama Veriona Gultom mendadak ramai diperbicangkan di media sosial. Kasus kematiannya di rumah kos milik Yanti Lim, Kampung Tlajung, RT 02/01, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor menjadi viral. Ia diduga dibunuh pacarnya sendiri, Evanz alias Isco Marbun.
Minggu (25/2) lalu, warga Desa Wanaherang, Kecamatan Gunungputri digegerkan dengan kematian Veriona. Perempuan asal Pangururan, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara ini ditemukan tewas dengan wajah lebam mengeluarkan darah. Dalam KTP, korban tercatat sebagai warga Seto Pati RT 03/03, Kelurahan Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat. Ia bekerja sebagai karyawati bagian cutting pabrik armen PT Simone Wanaherang.
Kapolsek Gunungputri Bogor Kompol Yudi Kusnadi mengatakan, jenazah korban ditemukan dalam posisi terlentang dan ditutup kain selimut. Selain itu, turut ditemukan sebuah boneka yang terletak di samping korban. Korban ditemukan pertama kali oleh pemilik kontrakan dengan cara mendobrak pintu kontrakannya. Hal itu juga disaksikan tetangganya, Kustimi, Herwan, Edi, dan Yanti. Setelah korban dipanggil namun tak menjawab. “Saat dilihat ke dalam kontrakan korban terlentang di atas kasur dengan berselimut, mulutnya pun terlihat mengeluarkan busa,” ujarnya.
Melihat hal itu, sontak para saksi melaporkan kejadian tersebut kepada Polsek Gunungputri. Pihak kepolisian pun langsung mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis polisi agar masyarakat tidak mengganggu proses penyelidikan. “Korban dilarikan ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi,” pungkasnya.
Kasus kematian Veriona ini kemudian ramai diperbicangkan di media sosial. Veriona disebut korban pembunuhan. Ia diduga dibunuh oleh pacarnya sendiri yang bernama Evanz alias Isco Marbun. Menelusuri dari media sosial, foto-foto Evanz banyak bertebaran di media sosial Facebook yang dikaitkan dengan korban Veriona Gultom.
TIGA KALI BERPUTAR DI DANAU TOBA
Dua hari pasca ditemukan tewas, jasad Veriona dibawa pulang ke kampung halamannya, di Desa Sitamiang, Kecamatan Onan Runggu, Kabupaten Samosir, kemarin. Jenazahnya diberangkatkan dari Bandara Soekarno Hatta. Dari bandara Kuala Namu, jenazah dibawa melalui jalur darat, lalu dilanjutkan menggunakan transportasi air lagi untuk bisa sampai cepat di kampung halaman.
Mengikuti trdisi dan kebiasaan penduduk di tepi Danau Toba, kapal yang membawa jenazah Veriona Gultom pun berputar sebanyak tiga kali sebelum berlabuh menurunkan jenazah. Ratusan orang sudah menunggu kapal yang membawa jenazah Veriona Gultom ke Onan Runggu di tepi Danau Toba. Tangisan dari pihak keluarga dan teman almarhum langsung pecah saat peti mati diturunkan dari kapal ke daratan. Orangtua dan keluarga seolah tidak percaya gadis muda yang baru merayakan ultah ke-21, 18 Februari 2018 ini telah pergi untuk selama-lamanya.
Sementara, itu Kepala Subbagian Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena menuturkan hingga kini pelaku yang diduga membunuh Veriona belum ada di Polres Bogor. “Tidak ada. Coba telpon kapolsek,” singkatnya.
Sumber: Metropolitan





Tidak ada komentar:
Posting Komentar